Di dunia internet, alamat e-mail merupakan identitas utama. Namun, ada ancaman serius yang hingga kini belum ada pemecahannya: antar-software pengiriman e-mail mengembangkan teknologi keamanan yang berbeda-beda. Jika Anda selama ini jengkel dengan e-mail spam, hati-hati karena dengan mudah e-mail Anda juga bisa dianggap spam. ”Perang spam” memakan korban.
Alamat e-mail dengan domain sendiri atau atas nama domain perusahaan kini sudah menjadi identitas sosial bagi warga internet dunia (netizen). E-mail pribadi, yang bukan gratisan, tentu dianggap bisa mewakili seseorang dianggap mumpuni di dunia internet, padahal tak selalu demikian.
Sekadar mengingatkan, domain merupakan nama website seperti www.usahaku.com. Yang dimaksud e-mail pribadi dengan domain sendiri misalnya namaku@usahaku.com.
Seiring semakin rawannya kejahatan internet dan semakin menggilanya ancaman spammer, kepemilikan e-mail dengan domain sendiri tak semudah yang dibayangkan. E-mail sampah sudah tak terbendung lagi dan jumlahnya bisa mencapai puluhan hingga ratusan per hari.
Dalam kondisi seperti ini, e-mail dari domain pribadi kita atau dari perusahaan kita akhirnya hanya menjadi ”bak sampah”. Jika kondisinya sudah demikian, satu jam di depan internet hanya dihabiskan untuk menghapus e-mail sampah seperti itu. Baca selengkapnya….
